Sketsa ilustrasi yang ane buat (7 Okt '15)
Assalamu'alaikum.
Sudah ± 4 bulan ya dari tulisan ane yang terakhir. Sorry sob, ini semua karena kesibukan yang mendera hingga raga ini tak berdaya bila bersua dengan kasur tercinta. Ya tapi seriusan dah semester ini ane bener-bener lebih capek, bayangin aja di semester ini ane tidur sampe nutup mata (aih masa sih masa).
Tapi, Alhamdulillah nih baru aja libur dan karena itu ane bakal mencoba menulis kembali.
"Kok gambarnya cewe sih?"
Mungkin itu yang terbetik dalam benak kamu, iya kamu (ciee #ketawamanja). Ya karena ane bakal ngomongin sesuatu yang berkaitan dengan gambar tersebut. Yap benar, ane bakal bahas tentang pilpres 2019. Hehe, becanda kok. Ibarat pepatah itu "Bagai katak dalam tempurung" (halah gak nyambung). Sebetulnya ini request dari seorang Nona tatkala kita tengah berbincang berdua dalam sosial media dan terjadilah apa yang terjadi, ya kuota ane habis (T.T). Kita bertukar pikiran, dimana sang Nona (sebut saja Valak *wk, horror*) akhirnya meminta ane untuk membuat tulisan bertema "Wanita", dan karena baru sempat ane buat maka perkenankan ane meminta maaf kepada sang Nona yang tetap setia di masa penantiannya (ahayyy).
Wanita, makhluk yang diciptakan unik dan merupakan pendamping bagi setiap pria dalam menapaki belantara kehidupan. Di balik rupa yang terkesan lemah, mereka adalah sosok kuat yang mempesona. Siapa lagi yang lebih dapat mengubah haluan seorang lelaki keras selain kelembutan seorang wanita?
Ahh sudahlah, begitu sulit untuk mengetahui wanita seutuhnya, bahkan mungkin butuh seumur hidup untuk bisa mengerti mereka.
Wanita yang baik, mungkin ada di antara para pembaca (itu juga klo ada yang baca #hopeless) yang tidak setuju dengan ane, adalah wanita yang tidak buruk (masa sih). Wanita baik dalam perspektif manusia macam ane ini adalah wanita yang menjaga dirinya dalam semua hal. Dia menjaga pakaiannya, ucapannya, tingkah lakunya, teman sepergaulannya, bahkan pandangannya. Rasa malu bagi wanita yang baik ibarat perhiasan terindah yang dimilikinya, ane rasa hampir semua pria senang (baca : gemes) dengan wanita yang pemalu apalagi malu untuk berbuat sesuatu yang dilarang syariat agama.
"Emangnya ada wanita model begitu di zaman sekarang?"
Ya so pasti ada toh mblo... Tapi yang pasti mereka langka dan terjaga dari serigala-serigala buas yang haus belaian manja (jiaaahhh). Ibarat perhiasan, wanita seperti itu ibarat mutiara di dasar lautan yang tiada bisa didapat melainkan dengan penuh perjuangan, yang tiada mencarinya kecuali mereka yang serius dan mengetahui harganya. Mereka (wanita baik-baik itu) bukanlah bunga yang bisa dihinggapi kumbang-kumbang iseng atau sekedar dipegang-pegang oleh tangan jahil yang mungkin malah dapat mematahkan tangkai bunga tersebut.
"Wah, jadi pengen punya satu nih yang begitu"
Woy bangun woy, dikata gampang nyari dan dapetinnya? Bukannya mau matahin semangat nte sob, ane kasih tau aja klo wanita baik-baik ya buat pria yang selevel juga baiknya kayak dia. Pantesin diri dulu deh. Bukan ane loh yang asal ngejeplak, beneran ada ayatnya nih ane kasih :
"... dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).."
[QS. An-Nur : 26]
Ane gak bilang klo ane udah pantes, enggak. Makanya ane ngajak para pembaca (sekali lagi it juga klo ada yang baca) untuk introspeksi diri lagi deh. Jangan sampe ekspektasi kita beda ama realita. Jangan cuma pengen doank tapi enggak ada usaha untuk dapetinnya. Ibarat ngimpi di siang bolong klo kata orang dulu mah (bukan saya loh ya maksudnya).
Inget bray, "JODOH UDAH DIATUR, DEKETIN AJA YANG NGATURNYA." (saikk dah ah).
Yaudah berhubung dah mau ashar, ane udahin dulu dah nulisnya, semoga bermanfaat :)
"Pakde, kapan keluar lagi tulisannya?"
Ya, ane gak bisa janji. Ane gak mau ada janji-janji palsu di antara kita (tsadeees).
Ya tunggu aja dah ya, klo sempet nulis (dan gak mager ntu juga) pasti bakal nulis deh...
Oh ya, untuk sang Nona, ini pelunasan janjiku untuk kamu, iya kamu...
Wassalamu'alaikum.
Salam Olahraga!
