Jumat, 15 Juli 2016

Nostalgila (?)

Assalamu'alaikum Warahmatullah.
Selamat sore menjelang maghrib.
Di Jum'at yang penuh berkah ini, 10 Syawal 1437 H, izinkan saya mengemukakan apa yang saya kira dapat dikemukakan.

Tadi pagi sekira jam 8 waktu Indonesia bagian hape saya, tak sengaja lewat depan rumahmu, ku melihat ada tenda biru. Hmm, jadi galau saya. Oke, yang sebenarnya adalah pagi tadi saat tengah mencari berita, saya tidak sengaja menemukan film Warkop DKI sedang diputar di salahsatu channel televisi (sebut saja TransTujuh). Mau tak mau walau sebenarnya mau, akhirnya saya menonton film tersebut. Filmnya tetap sama, menggelitik dengan candaan khasnya yang kadang disisipi kritik sosial dan "bumbu-bumbu nakal". Bukan filmnya yang saya persoalkan karena nyatanya saya tidak menontonnya, hanya saja tiba-tiba ingatan saya melanglang jauh ke belakang, ke masa saya belum kenal gadget, belum kenal uang, belum kenal tugas, belum kenal kamu. Hmm. *mikirkeras*

Kira-kira  itu 13 tahun yang lalu, dimana saat itu saya masih kecil, mungil, usil, dan suka nyemilin upil, #ehh. Saya rasa itu adalah masa-masa yang indah untuk saya dan siapapun yang merasakan kanak-kanak di era '90 sampai 2000-an awal. Masa dimana lapangan itu adalah taman bermain yang sesungguhnya, tempat beradu bola, beradu layangan, beradu keong, beradu sarung, beradu petasan, beradu jotos antara satu anak dengan anak lainnya, hehe. Semua terjadi di lapangan dan selesai pula di lapangan. Mungkin anak-anak di generasi sebelum tahun 1990 merasakan masa yang lebih asyik dari saya dan yang segenerasi dengan saya. Namun itu hanya asumsi saya pribadi yang bersifat spekulatif karena saya belum lahir sebelum tahun '90-an, jadi kita skip masalah tersebut.

Betul betul betul saya kangen masa kanak-kanak dulu. Kenapa? Karena anak zaman sekarang mungkin sudah nggak tau itu petak umpet, petak jongkok, bentengan, tok kadal, atau bola bekel ("be"-nya dibaca kayak baca "receh", dan "kel"-nya dibaca kayak baca "lemper"). Sebagian anak zaman sekarang mainannya udah gadget entah itu smartphone,iphone, ipad, komputer, laptop, tablet, kapsul, puyer, dan sejenisnya. Taman bermain? Ya rumah, lebih kecil lagi ya kamarnya. Dunianya segitu aja udah. Lama-lama terbentuklah sikap anti sosial dan individualistis. Harapan saya, semoga anak keturunan saya masih bisa main "di luar" rumah supaya kemampuan sensorik dan motoriknya bisa berfungsi maksimal. Ehm, harapan seorang jomblo.

Setelah membayangkan masa itu, seketika saya berpikir, kapan nikah? Oh tentu tidak. Sebenarnya yang saya pikirkan adalah betapa cepatnya waktu berlalu dan parahnya lagi saya nggak sadar akan hal itu. Dulu, semasa masih betah sedat-sedot ingus di hidung (entah dulu kenapa paling males ngebuang ingus, wk) waktu terasa panjaaaaaaaaaang sepanjang rinduku padamu. Bahkan jam tidur siang terasa seharian padahal cuma dari jam 12.00-15.00 saja, dan seringnya kita cuma pura-pura tidur biar gak kena marah ibu. Hehe, ngaku toh kalian paling males kalau disuruh bobo ciang? Kita berharap waktu cepat berlalu biar bisa segera kabur dari rumah dan main bersama kawan-kawan.

Dulu, keinginan saya itu pengen cepat besar biar gak perlu tidur siang, walau sekarang kangen banget tidur siang. Hmm memang seringkali kita menyadari berharganya sesuatu justru setelah sesuatu itu luput dari kita. Bener kan sob? Gak sia-sia saya makan siang pake asinan.

Mungkin dan memang mungkin, waktu terasa lama salahsatunya adalah karena saya dulu tidak punya kesibukan, selain bermain. Sangat beda dengan sekarang yang semakin hari semakin sibuk, mulai dari kuliah, ngerjain tugas, ikut rapat, ngejar deadline, mikirin kamu,, eh mikirin tugas maksudnya. Hidup jadi monoton. Berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang berarti. Akhirnya usia kian menua, tubuh kian rapuh, namun kesibukan kian bertambah. Tanpa sadar kita menghabiskan masa muda, demi masa tua katanya, nyatanya masa tuanya malah untuk berobat dan menghabiskan apa yang dahulu dikumpulkan di masa muda. Jadi kurang berarti hidup ini rasanya kalau sekedar itu saja.

Entahlah, selama 13 tahun ini rasanya saya belum berbuat apa-apa. Mungkin terlalu sibuk untuk diri sendiri yang akhirnya mengabaikan hal lain selain saya sendiri.
Entah bagaimana dengan anda, yang pasti dan kita sama-sama sepakati adalah bahwa saya tahu kalau kalian tahu jika saya mengetahui apabila kalian tahu bahwasanya tahun ini merupakan sesudah tahun lalu dan sebelum tahun depan.
Mumet lagi toh?

Sekian corat-coret saya dalam mengisi kekosongan waktu, semoga tidak terlalu membuang-buang waktu anda.

Terima kasih atas perhatiannya dari saya yang butuh perhatian.


Wassalamu'alaikum

#JOSH
#JombloSampaiHalal
@santoso_rifqi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar