Senin, 30 Januari 2017

Alhamdulillah..Dimanapun Kau Mampu, Ucapkanlah



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, satu kata berjuta makna. Satu kata yang harusnya senantiasa membasahi lisan setiap hamba. Satu kata yang tidak hanya terucap dikala bahagia melanda, namun juga disaat musibah dan ujian datang menyapa. Satu kata yang dengannya Dia kan mengganjar dengan berlipat-lipat pahala. Satu kata yang menunjukkan eksistensi kita sebagai hamba yang senantiasa memuji dan ridha terhadap takdir-Nya.


Dari Abu Sa'id al Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi yang mulia, Muhammad ibn 'Abdillah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  pernah bersabda, 


  ومن قال ٱلحمد لله رب ٱلعالمين من قبل نفسه كتبت له ثلاثون حسنة وحط عنه ثلاثون سيئة ...


... "Barangsiapa yang mengucapkan Alhamdulillaahi rabbil-'aalamiin (Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam) dengan ikhlas dari dirinya (tanpa ada sebab berupa nikmat yang ia terima), maka dituliskan baginya tiga puluh kebaikan dan dihapuskan darinya tiga puluh kesalahan." [HR. Ahmad dalam al Musnad  dan al Hakim dalam Mustadrak-nya. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani rahimahullahu  dalam Shahiihut-Targhiib wat-Tarhiib.]


Hadits tersebut cukup panjang, menjelaskan tentang keutamaan dari empat kalimat yang Allah cintai yaitu Subhaanallaah, Alhamdulillaah, Laa Ilaaha Illallaah, dan Allaahu Akbar. Semua kalimat itu diganjar dengan 20 pahala dan dihapus darinya 20 kesalahan, kecuali kalimat Alhamdulillaah  yang dengannya diganjar 30 pahala dan dihapus darinya 30 kesalahan. Mengapa? Syaikh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah hafizhahullah  menjelaskan, "Pahala membaca Alhamdulillaah  lebih banyak daripada pahala bacaan yang lainnya karena pada umumnya pujian itu datang setelah ada sebab seperti makan, minum, atau timbulnya kenikmatan. Maka seakan-akan pujian itu hanya timbal balik dari kenikmatan yang ia terima saat itu. Maka, manakala pujian itu timbul secara ikhlas dari dirinya tanpa didahului munculnya nikmat baru pada saat itu, maka bertambahlah pahalanya."


Oleh karena itu, pujilah Dia disaat lapang maupun dikala sempit. Apapun yang menimpa kita, tak lain adalah kebaikan-Nya walaupun kita menganggapnya sebagai keburukan. Tak ingatkah kita dengan firman-Nya,


وعسى أن تكرهوا شيأ وهو خير لكم وعسى أن تحبوا شيأ وهو شر لكم والله تعلم وأنتم لا تعلمون


"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [QS. Al Baqarah : 216]


Maka sekali lagi saya ucapkan Alhamdulillah atas segala apa yang menimpa saya, salahsatunya adalah kondisi mata saya. Alhamdulillah, semoga Allah tidak mencabut penglihatan saya di dunia terlebih lagi di akhirat kelak. Alhamdulillah, mata saya masih bisa dipakai untuk melihat walaupun sudah berkurang kadar kemampuannya karena sudah minus dan juga menderita silinder.

Kacamata yang telah menemani dalam suka dan duka, dikala sendu sendiri, senantiasa setia hingga kini.

Pada artikel ini, tiada maksud saya untuk mengeluh, sesungguhnya Allah Mahatahu isi hati hamba-nya. Saya hanya ingin memberitahukan, dengan kondisi saya yang sudah demikian matanya, otomatis penglihatan saya sudah tidak setajam dulu. Kacamata yang saya miliki juga belum diganti lagi sejak kira-kira 4-6 tahun yang lalu karena saya rasa kacamata yang saya pakai masih cukup membantu untuk melihat. Namun saya hanya ingin mengklarifikasi, bila ada di antara pembaca sekalian yang mengenal saya kemudian berpapasan muka dengan saya dan saya tidak menegur sapa, maka itu bukan karena saya sombong atau sengaja melakukannya, namun karena seringkali saya baru dapat melihat jelas wajah menganalisanya  pada jarak dekat, terlebih lagi bila malam hari dan penerangan tidak memadai maka itu cukup menyulitkan mata saya untuk fokus kepada objek.


Maka lewat artikel ini pula saya meminta maaf apabila ada yang selama ini salah sangka kepada saya. Bila anda kenal saya, maka tegurlah saya, Insya Allah saya tidak lupa dengan anda yang pernah mewarnai hidup saya, saya hanya butuh waktu untuk menganalisa wajah anda dari jarak dekat.


Akhir kata, perbanyaklah memuji Allah yang senantiasa ada untuk hamba-Nya, yang tak pernah jemu mendengar keluh kesah kita. Ingatlah Dia yang telah memberi lebih banyak dari yang kita pinta, yang senantiasa mengasihi dan membuka pintu taubat bagi hamba yang ingin kembali pada-Nya.


Semoga artikel yang singkat ini bermanfaat khususnya bagi saya pribadi dan umumnya bagi pembaca sekalian.


Wassalamu'alaikum Warahmatullah

Jakarta, 21.37 WIB

3 Jumadil Ula 1438 H/30 Januari 2017 M

@santoso_rifqi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar