Assalamu'alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, satu kata berjuta makna. Satu kata
yang harusnya senantiasa membasahi lisan setiap hamba. Satu kata yang tidak
hanya terucap dikala bahagia melanda, namun juga disaat musibah dan ujian
datang menyapa. Satu kata yang dengannya Dia kan mengganjar dengan
berlipat-lipat pahala. Satu kata yang menunjukkan eksistensi kita sebagai hamba
yang senantiasa memuji dan ridha terhadap takdir-Nya.
Dari Abu Sa'id al Khudri dan Abu Hurairah
radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi yang mulia, Muhammad ibn 'Abdillah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda,
ومن
قال ٱلحمد لله رب ٱلعالمين من قبل نفسه كتبت له ثلاثون حسنة وحط عنه ثلاثون سيئة
...
... "Barangsiapa yang mengucapkan Alhamdulillaahi rabbil-'aalamiin (Segala puji
hanya bagi Allah, Rabb semesta alam) dengan ikhlas dari dirinya (tanpa ada
sebab berupa nikmat yang ia terima), maka dituliskan baginya tiga puluh
kebaikan dan dihapuskan darinya tiga puluh kesalahan." [HR. Ahmad dalam al
Musnad dan al Hakim dalam Mustadrak-nya.
Dishahihkan oleh Syaikh al Albani rahimahullahu dalam Shahiihut-Targhiib wat-Tarhiib.]
Hadits tersebut cukup panjang,
menjelaskan tentang keutamaan dari empat kalimat yang Allah cintai yaitu Subhaanallaah,
Alhamdulillaah, Laa Ilaaha Illallaah, dan Allaahu Akbar. Semua
kalimat itu diganjar dengan 20 pahala dan dihapus darinya 20
kesalahan, kecuali kalimat Alhamdulillaah yang dengannya diganjar 30 pahala dan
dihapus darinya 30 kesalahan. Mengapa? Syaikh Abu Muhammad Ibnu Shalih
bin Hasbullah hafizhahullah menjelaskan, "Pahala membaca Alhamdulillaah lebih banyak daripada pahala bacaan yang lainnya
karena pada umumnya pujian itu datang setelah ada sebab seperti makan, minum,
atau timbulnya kenikmatan. Maka seakan-akan pujian itu hanya timbal balik dari kenikmatan
yang ia terima saat itu. Maka, manakala pujian itu timbul secara ikhlas dari
dirinya tanpa didahului munculnya nikmat baru pada saat itu, maka bertambahlah
pahalanya."
Oleh karena itu, pujilah Dia disaat
lapang maupun dikala sempit. Apapun yang menimpa kita, tak lain adalah
kebaikan-Nya walaupun kita menganggapnya sebagai keburukan. Tak ingatkah kita
dengan firman-Nya,
وعسى
أن تكرهوا شيأ وهو خير لكم وعسى أن تحبوا شيأ وهو شر لكم والله تعلم وأنتم لا
تعلمون
"Boleh
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula)
kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui." [QS. Al Baqarah : 216]
Maka sekali lagi saya ucapkan Alhamdulillah atas segala apa yang
menimpa saya, salahsatunya adalah kondisi mata saya. Alhamdulillah, semoga Allah
tidak mencabut penglihatan saya di dunia terlebih lagi di akhirat kelak.
Alhamdulillah, mata saya masih bisa dipakai untuk melihat walaupun sudah
berkurang kadar kemampuannya karena sudah minus dan juga menderita silinder.
![]() |
| Kacamata yang telah menemani dalam suka dan duka, dikala sendu sendiri, senantiasa setia hingga kini. |
Pada artikel ini, tiada maksud saya untuk mengeluh, sesungguhnya Allah
Mahatahu isi hati hamba-nya. Saya hanya ingin memberitahukan, dengan kondisi
saya yang sudah demikian matanya, otomatis penglihatan saya sudah tidak setajam
dulu. Kacamata yang saya miliki juga belum diganti lagi sejak kira-kira 4-6
tahun yang lalu karena saya rasa kacamata yang saya pakai masih cukup membantu untuk
melihat. Namun saya hanya ingin mengklarifikasi, bila ada di antara pembaca
sekalian yang mengenal saya kemudian berpapasan muka dengan saya dan saya tidak
menegur sapa, maka itu bukan karena saya sombong atau sengaja melakukannya,
namun karena seringkali saya baru dapat melihat jelas wajah menganalisanya pada jarak dekat, terlebih lagi bila malam
hari dan penerangan tidak memadai maka itu cukup menyulitkan mata saya untuk
fokus kepada objek.
Maka lewat artikel ini pula saya meminta maaf apabila ada yang selama
ini salah sangka kepada saya. Bila anda kenal saya, maka tegurlah saya, Insya
Allah saya tidak lupa dengan anda yang pernah mewarnai hidup saya, saya hanya
butuh waktu untuk menganalisa wajah anda dari jarak dekat.
Akhir kata, perbanyaklah memuji Allah yang senantiasa ada untuk
hamba-Nya, yang tak pernah jemu mendengar keluh kesah kita. Ingatlah Dia yang
telah memberi lebih banyak dari yang kita pinta, yang senantiasa mengasihi dan
membuka pintu taubat bagi hamba yang ingin kembali pada-Nya.
Semoga artikel yang singkat ini bermanfaat khususnya bagi saya pribadi
dan umumnya bagi pembaca sekalian.
Wassalamu'alaikum
Warahmatullah
Jakarta, 21.37
WIB
3 Jumadil
Ula 1438 H/30 Januari 2017 M
@santoso_rifqi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar